Sekretaris Daerah Ngada, Theodosius Yosefus Nono, S. Sos yang secara ex officio menjabat sebagai Ketua KORPRI Kabupaten Ngada, membuka kegiatan Musyawarah KORPRI Tingkat Kabupaten Ngada bertempat di Aula Setda Ngada pada, Rabu, 16 Agustus 2019.

Sekda Ngada sedang menyampaikan sambutan.

Dalam sambutannya, Sekda Ngada menyampaikan bahwa pada prinsipnya KORPRI sebagai organisasi Profesi pegawai harus direvitalisasi untuk membidangi hak-hak dan kewajiban-kewajiban pegawai sebagai ujung tombak penyelenggara pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat di daerah.

Pengaktifan kembali wadah KORPRI tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada para pegawai terutama yang memasuki masa pensiun, membangun partisipasi pegawai untuk bertanggung rasa terhadap sesama pegawai yang sakit dan yang mengalami kedukaan serta berupaya memberikan perlindungan hukum kepada pegawai yang membutuhkan bantuan hukum.

Tedi Nono juga menegaskan, untuk mencapai tujuan luhur tersebut, perlu partisipasi dari semua pegawai sebagai anggota untuk memenuhi kewajibannya berupa membayar iurab anggota yang besarannya perlu disepakati dalam moment musyawarah bersama.

Peserta musyawarah KORPRI.

Selanjutnya Musyawarah KORPRI dilanjutkan dengan Rapat Paripurna yang dipimpin atau dipandu oleh tiga orang presidium dengan hasil pemilihannya yaitu; 1. Asisten Administrasi Setda Ngada, Dra. Idju Maria Albina sebagai Ketua, 2. Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Ngada, Maria Florida Baru, SH sebagai Wakil Ketua, dan ke 3. Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada, Wilhelmus Peters Bate, SH sebagai Wakil Ketua.

Dalam pertemuan dibagi dalam 3 Komisi untuk membahas 3 agenda utama yakni; Komisi I membahas agenda Program Kerja Periode 2019-2024, Komisi II membahas agenda Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja KORPRI periode 2019-2024, dan Komisi III membahas Struktur Organisasi dan personalia Dewan Pengurus KORPRI Tingkat Kabupaten Ngada periode 2019-2024.

3 orang Presidium sedang memimpin jalannya rapat paripurna.

Musyawarah KORPRI tersebut menghasilkan 3 kesepakatan penting yang akan dikukuhkan atau ditetapkan dengan Keputusan Musyawarah KORPRI Kabupaten Ngada yang ditandatangi oleh ketiga presidium tersebut yang kemudian akan di serahkan kepada Dewan Pengurus yang baru untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Secara umum, Hasil kesepakatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Program Kerja Periode 2019-2024 ( Pelaksanaan Peringat HUT KORPRI Tingkat Kabupaten setiap Tanggal 29 November dan segala kegiatan pendukungnya, Check Up Kesehatan bagi anggota yang akan segera memasuki masa pensiun, Diklat keterampilan bagi anggota yang akan segera memasuki masa pensiun) 2. Rancangan besaran iuran dan APB KORPRI 2019-2024, rencana penerimaan (golongan 1 : Rp 5.000,-/bulan, golongan II : Rp 6.000,-/bulan, golongan III : Rp 9.000,-/bulan dan golongan IV : Rp 10.000,-/bulan) rencana pengeluaran ( penghargaan kepada pensiunan Rp 2.000.000/orang, bantuan pengobatan dalam Kabupaten Ngada Rp 1.000.000/orang, bantuan pengobatan dalam pulau Flores Rp 2.000.000/orang, bantuan pengobatan wilayah NTT diluar pulau Flores Rp 3.000.000/orang, luar NTT Rp 5.000.000/orang, operasional Sekretariat Rp 5.000.000/orang dan santunan kedukaan Rp 2.000.000/orang). Untuk mekanisme pemberian bantuan akan ditetapkan dengan Keputusan Dewan Pengurus atau dasar hukum lain yang sah.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada