STIPER-FB MELAKSANAKAN SOSIALISASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN

Bagikan

Dalam Rangka kuliah umum Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER-FB) melakukan kerjasama dengan MPR RI melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema :”Aktualisasi Nilai Empat Pilar Kebangsaan Dalam Era New Normal” .
Sosialisasi berlangsung di Aula Yasukda Bajawa pada hari Kamis (30/07/ 2020), dengan peserta yang hadir Bupati Ngada diwaliki oleh Sekda Ngada, Wakil Ketua MPR-RI-Dr.H.Jazizul Fa waid,SQ,MA, Anggota Komisi 3 DPR-RI, Dipo Nusantara, Ketua DPRD Ngada dan anggota, Anggota Forkompinda Ngada, Ketua Yasukda Ngada, Para Pimpinan Perangkat Daerah, Para Dosen dan Mahasiswa serta undangan lainnya.

Ketua STIPER-FB, Dr.Nicolaus Noywuli, dalam sambutan awal acara sosialisasi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Ketua MPR-RI beserta rombongan di Bajawa dan memaparkan profil STIPER-FB sebagai lembaga Pendidikan tinggi di bawah Yasukda dan Gereja Katolik. Menurut Dr. Nico, STIPER-FB hadir di Kabupaten Ngada karena peduli dan menjawabi kebutuhan masyarakat akan Pendidikan tinggi bidang pertanian, mengingat 80 persen penduduk Ngada adalah petani ternak dan nelayan. Diakir sambutan Dr. Nico menyampaikan komitmen untuk siap mensosialisasikan ,menjaga dan mengamalkan empat consensus negara dengan prinsip iman dan tekad kebangsaan yang teguh : 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan sekapur sirih oleh Sekda Ngada, Tedy Nono yang memaparkan profil Kabupaten Ngada dan berbagai harapan kepada Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan di kabupaten Ngada.

Pembicara utama, Wakil Ketua MPR-RI, Dr.JazilulFa Waid,SQ,MA, dalam sosialisasinya mengatakan bahwa adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh. Baca juga: Menerjang Berbagai Tantangan Bangsa Melalui Empat Pilar MPR RI Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan. Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat. Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. Konsep Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara terdiri dari: Pancasila UUD 1945 NKRI Bhinneka Tunggal IkaEmpat pilar tersebut tidak dimaksudkan memiliki kedudukan sederajat. Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda. Pada prinsipnya, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain. Empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Wakil Ketua MPR RI, Dr. Jazilul mengatakan, Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) memiliki hubungan yang begitu erat dengan mahasiswa Indonesia.Hubungan itu bermula dari perjuangan mahasiswa pada 1998 silam yang menghadirkan era reformasi sehingga Indonesia memasuki era perubahan, termasuk UUD 1945 sebagai salah satu elemen penting negara. Reformasi juga menghadirkan bentuk pemahaman dan penerapan yang baru terhadap empat pilar MPR. Perubahan itu membuat empat pilar itu bukan lagi sekadar indoktrinasi, tetapi berupa kesadaran akan pentingnya keempatnya bagi rakyat dan negara Indonesia. “Sangat penting bagi generasi muda mahasiswa Indonesia era kekinian untuk semangat dan serius berupaya memahami dan mengimplementasikan Empat Pilar,” ujar Dr.Jazilul. Ia melanjutkan, salah satu caranya adalah melalui acara Sosialisasi Empat Pilar yang digencarkan MPR RI sesuai amanah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014.
Diakhir sosialisasi Dr. Jazilul menyampaikan bahwa Ia akan membangun komunikasi dengan IPB Bogor agar dapat bekerjasama dengan STIPER-FB dan beliau memberikan sumbangan kepada STIPER-FB senilai Rp. 15 juta rupiah.(cc Moi Nitu Anastasia).

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada