Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ngada menggelar Turnamen Bola Voli Putri PKK Ngada Cup I yang resmi dibuka pada Jumat (10/10/2025) di Lapangan SMPN 2 Bajawa. Turnamen ini diikuti oleh 20 tim yang terdiri dari tim TP PKK Kecamatan, tim voli putri dari berbagai instansi pemerintah Kabupaten Ngada, Polres Ngada, serta tim dari kalangan mahasiswa dan pelajar di wilayah Kabupaten Ngada.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 10 Oktober hingga 2 November 2025, dan menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antarperempuan sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di kalangan masyarakat Ngada.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, dalam sambutannya saat membuka turnamen menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada TP PKK Kabupaten Ngada dan komunitas voli Bajawa yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pemberdayaan perempuan melalui olahraga, sekaligus menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan di bidang olahraga.
“Olahraga bukan sekadar soal pertandingan, tetapi juga alat pemersatu, media pendidikan karakter, serta ruang untuk membangun semangat kebersamaan dan sportivitas. Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana kita belajar menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, kejujuran, kerja sama, dan semangat pantang menyerah,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat, menunjukkan kemampuan terbaik, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Dalam olahraga, menang dan kalah adalah hal biasa. Namun semangat dan karakter yang terbentuk adalah hal yang luar biasa,” tutup Wakil Bupati.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Ny. Blandina Mamo Bena, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Putri PKK Ngada Cup I bertujuan untuk menggali dan mengembangkan minat serta bakat perempuan di bidang olahraga voli.
“Menang dan kalah bukan tujuan utama dari turnamen ini, tetapi semangat kebersamaan yang harus diutamakan. Jangan sampai fanatisme berlebihan mencoreng nilai sportivitas,” tegas Ny. Blandina.

Turnamen ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya budaya olahraga perempuan di Kabupaten Ngada sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga melalui semangat sportivitas dan Kebersamaan.
0 Komentar