Waebela (Ngada) – Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dalam sistem Pendidikan Nasional tahun 2019 baru saja berlalu. Namun pelaksanaan Ujian Nasional ini belum bisa lepas dari jeratan masalah klasik. Kendala jaringan internet, listrik, hingga kekurangan laptop atau koputer yang merupakan fasilitas utama terselenggaranya ujian tersebut, masih menjadi batu sandungan yang membuat sekolah-sekolah tidak bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri.

Server UNBK di SMPN 1 Inerie

Meski demikian, sejumlah SMP baik Sekolah Negeri maupun sekolah swasta yang ada di Kabupaten Ngada tetap antusias menggelar UNBK, salah satunya SMPN 1 Inerie yang ada di Kecamatan Inerie. Ketiadaan Perangkat komputer berupa PC dan Laptop memaksa SMPN tersebut untuk berikhtiar untuk mencari jalan agar bisa menggelar UNBK bagi peserta didiknya. Akhirnya, 44 orang murid SMPN 1 Inerie mengikuti UNBK yang diselenggarakan di SMAN Inerie dengan konsekuensi biaya yang cukup besar.

Ruangan Komputer SMPN 1 Inerie

Mencermati hal-hal tersebut di atas, Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada melalui Bidang SMP mengalokasikan bantuan perangkat TIK berupa 1 Unit Server, 18 PC Client, Satu Roll Kabel UTP, Router dan Switch/Hub serta headset kepada SMPN 1 Inerie. Bantuan tersebut dimaksudkan agar sekolah yang bersangkutan bisa secara bertahap menyiapkan infrastruktur TIK untuk menggelar UNBK di tahun yang akan datang. Selain untuk pelaksanaan UNBK, perangkat komputer yang telah dibagikan tersebut diharapkan dapat memberikan asas manfaat untuk kegiatan Belajar Mengajar yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi seperti Perpustakaan Digital, Aplikasi Pembelajaran, dan lain sebagainya.(/ByJackNF)

Switch/Hub
Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *