Wakapolda NTT saat tatap muka di Gedung DPRD Ngada.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K, M.Hum berkesempatan menggelar acara tatap muka dan sekaligus bersilaturahmi dengan pihak Forkopimda Ngada-Nagekeo, penyelenggara Pemilu, tokoh agama,tokoh muda, tokoh adat dan tokoh masyarakat Kabupaten Ngada, di aula lantai II Kantor DPRD Ngada, Kamis (11/4).

Dalam kegiatan tatap muka bersama Waka Polda NTT, Brigjen Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K, M.Hum didampingi Direktur Krimsus, Kabid Propam. Kombes Agus Priyono. Kapolres Ngada. AKBP. Andika Bayu Aditama berserta jajarannya, Pimpinan DPRD Ngada-Nagekeo.

Dihadapan para peserta Forkopimda Ngada-Nagekeo,Johanis Asadoma mengimbau beberapa hal yakni, seluruh elemen masyarakat yang ada di dua kabupaten yakni Ngada-Nagekeo untuk bersama satu visi dan untuk bersama berkomitmen guna untuk mensukseskan Pemilu serentak di tahun 2019 ini yakni Pilpres dan Pileg yang dimana kita akan menjalani dengan yang sejuk,aman dan damai.

Peserta yang hadir, dalam tatap muka bersama Wakapolda NTT.

Orang nomor dua NTT ini menjelaskan, saat ini aktivitas media sosial yang terus meningkat, oleh karena itu pihaknya mengimbau untuk bersama-sama melawan berita bohong (hoax) dan bijak dalam menggunakan media sosial, serta hindari ujaran kebencian, provokatif yang dapat menimbulkan potensi konflik.

Johanis Asadoma menyampaikan, dalam upaya mewujudkan serta mensukseskan Pemilu 2019 kita semua harus bersama-sama menjaga solidaritas antara lain tetap selalu jaga baik itu elemen perangkat TNI/Polri. Pemda Ngada-Nagekeo, Camat dan Kepala Desa untuk bersama sama mewujudkan Pemilu yang sejuk,aman dan damai serta jaga sinergitas TNI, Polri dan seluruh aparatur pemerintahan dan profesionalitas seluruh panitia penyelenggara pemilu.

Selain itu, Johanis, meminta optimalkan juga peran serta para toko masyarakat, toko adat, toko agama dan juga para tim sukses dan pengurus Parpol untuk menjaga pluralitas keberagaman dan ke Bhinekaan.

“Saya juga berhara para orang-orang tua yang hadir dalam acara ini juga untuk turut siapkan serta bekali anak-anak kita untuk siap menghadapi tantangan zaman digital dan hindari penyalahgunaan narkoba,”tuturnya

Sementara itu, untuk pengamanan Pemilu,Wakapolda NTT menyatakan bahwa krusial yang terjadi pada pemilu nanti adalah distribusi logistik sampai ke daerah terpencil dan kecukupan surat suara. Hal lain adalah proses pencoblosan dan penghitungan suara yang bisa berlangsung lama, karena 5 jenis surat suara yang harus dicoblos.

Untuk pengamanan pencoblosan hingga pleno, Polda NTT menerjunkan 7478 personil, dibantu kekuatan TNI dan Linmas.

Wakapolda NTT ajak masyarakat untuk ciptakan Pemilu 17 April 2019 yang aman dan damai.

Konflik lainnya yang diantisipasi Polda dan jajarannya adalah Berita hoax,hasil hitung cepat atau quick count yang dapat dimanipulasi.

 

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *