Bagikan

Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S., M.Hum bersama Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu dan beberapa anggota DPRD Ngada, Hilarius Muga, Moses Jala, Rikardus Bhara dan Syrilus Pati Wuli melakukan panen perdana ikan lele yang dikembangkan oleh kelompok Bunda Karmel Seminari Santo Paulus Mataloko yang berlokasi di Waesala Ogi Kecamatan Bajawa.

Kegiatan itu digelar pada Selasa, 25 Mei 2021 yang juga dihadiri beberapa Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ngada bersama para Seminaris KPA Santo Paulus Mataloko.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ngada, Ir. Korsin Wea dalam laporannya pada kegiatan itu mengatakan bahwa pengembangan budidaya ikan lele oleh kelompok Bunda Karmelit merupakan program bantuan dari dinasnya dengan pengembangan sebanyak 9000 ekor benih dari Surabaya. Kegiatan penaburan benih lele ini dilakukan pada awal bulan Februari dan dipelihara selama 4 bulan sampai dengan dipanen pada bulan Mei 2021.

Menurut Korsin, kebutuhan ikan di Ngada saat ini baru mencapai angka 2 ribu ton dari kebutuhan seharusnya antara 5 ribu sampai dengan 6 ribu ton. Kebutuhan ikan saat ini sebanyak 2 ribu ton, 99 persen ikan tangkapan laut, sedangkan dari budidaya air tawar masih belum berjalan maksimal. Dikatakannya, dalam rangka pengembangan program Tante Nela Paris, kedepan minimal kita dapat menghasilkan 1.000 ton ikan untuk kebutuhan pangan melalui budidaya air tawar, mengingat potensinya yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan.

Praeses Seminari Paulus Mataloko, RP. Alo Rodja dalam sapaannya mengatakan bahwa pengembangan ikan lele di Waesala ini merupakan bagian dari upaya seminari untuk kemandirian. Dia mengatakan Karmelit membeli tempat yang hening di hamparan Waesala, selain untuk mengembangkan potensi alamnya yang didukung dengan sumber mata air dan pemandangan yang indah, juga menjadi tempat khusus untuk hening sembari mencas aki rohani. Tempat ini untuk mewujudkan mimpi kemandirian komunitas komisariat Indonesia Timur yang akan berdiri sendiri, katanya.

Menurut Romo Alo, dalam kaitannya untuk membangun kemandirian, selain kembangkan lele, pihaknya juga kembangkan ternak babi, ayam dan juga kebun jahe untuk juga turut mendukung Program Pemerintah saat ini Tante Nela Paris, tegasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Ngada, Berni Dhey Ngebu saat kegiatan itu menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Ngada yang telah membantu kelompok Bunda Karmelit untuk pengembangan budidaya ikan lele. Ini tentu mendukung Program Tante Nela Paris. Dia berharap, sejumlah potensi yang ada perlu terus didorong dan dikembangkan sembari berharap agar panen lele di kelompok ini tidak hanya perdana saja, tetapi mesti ada panen-panen selanjutnya.

Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena dalam sambutannya mengatakan apa yang telah dilakukan oleh kelompok Bunda Karmelit merupakan bentuk sederhama dari pelaksanaan program Tante Nela Paris. Ini adalah mimpi yang sama dengan Pemerintah Daerah saat ini melalui program unggulan Tante Nela Paris, tegasnya.

Dikatakan Wakil Bupati, kedepan semua potensi di bidang perikanan termasuk budidaya air tawar memang mesti didorong, sehingga upaya bersama dalam mewujudkan Tante Nela Paris akan tercapai.