“Wulabhara Centro”,.Kevikepan Bajawa memiliki lahan usaha seluas 42 Ha yang berlokasi di Wulabhara Kecamatan Wolomeze, yang saat ini dikelola oleh Romo Gerardus Janga,PR. Dari luas lahan 42 ha tersebut, yang telah ditanami kemiri sunan sebanyak 19 Ha. Sisanya seluas 23 Ha menurut Vikep Bajawa – Romo Daslan,PR akan dibangun rumah istirahat para imam projo Kevikepan Bajawa – KAE yang telah memasuki masa purnabhakti .

Dasar pertimbangan pembangunan rumah istirahat, menurut Vikep Daslan,PR bahwa saat para imam projo masih aktif mereka telah mengadikan diri untuk melayani umat di Paroki-paroki, oleh karena itu disaat mereka pensiun mereka perlu mendapatkan tempat istirahat yang layak dan dapat menyalurkan minat dan bakat mereka baik usaha pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lainnya.

Lokasi akan dibangun Wulabhara Centro.

Di lokasi tesebut juga akan dibangun Youth center bagi OMK guna meningkatkan ketrampilan kaum muda sebagai kader pemilik gereja dan bangsa pada masa yang akan datang. Selain itu, akan dibangun tempat wisata rohani di puncak bukit yang sekitarnya telah ditanami kemiri sunan yang asri dan sejuk. Guna memenuhi kebutuhan air baku di lokasi tersebut telah tersedia waduk yang telah digenangi air hujan dan waduk ini akan di gunakan juga untuk memelihara ikan air tawar sebagai bagian dari obyek wisata.

Untuk rencana pembangunan berbagai fasilitas tersebut dibutuhkan dana yang cukup besar. Guna menjawabi kebutuhan dana tersebut, Pemda Ngada telah memberikan bantuan dana hibah dari APBD Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.750.000.000 yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa pada tanggal 7 Maret 2020 dan diterima langsung oleh Romo Vikep Bajawa dan disaksikan para imam dalam wilayah Kevikepan Bajawa serta camat Wolomeze.

Vikep Bajawa Saat menandatangani Berita Acara Penyerahan Bantuan Pemda Ngada.

Saat menerima bantuan, Vikep Daslan,PR atas nama Uskup Agung Ende mengucapkan terima kasih kepada Pemda Ngada yang telah memberikan bantuan dana untuk membangun beberapa fasilitas sesuai rencana. Agar pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik, kata Vikep telah dibentuk Tim Wulabhara Centro terdiri dari tokoh umat dan tokoh muda yang akan mengkawal pembangunan di kawasan tersebut. Selanjutnya, Bupati Paulus dalam sambutannya menyampaikan bahwa “ada begitu banyak kebijakan Pemda Ngada yang dikerjasamakan dengan semua unsur termasuk pihak gereja, selain itu ada begitu banyak permasalahan atau kebutuhan yang dihadapi masyarakat yang juga sebagai umat dari berbagai agama. Untuk itu salah satu tugas Pemerintah adalah memberikan pelayanan dan bantuan secara proporsional dengan tetap menumbuhkan partisipasi masyarakat” demikian kata Bupati Paulus. Untuk itu beliau mengharapkan kerjasama antara Pemda dan masyarakat/umat dalam membangun daerah dan kehidupan beragama.

Masih menurut Bupati Soliwoa, cita-cita yang harus diwujudkan dan diperjuangkan adalah menjadikan Kabupaten Ngada sebagai Kabupaten Toleransi, dari Bajawa, Ngada untuk Indonesia. Kalau ada masyarakat/umat yang mau belajar toleransi datanglah ke Ngada. Diakhir sambutan, Bupati paulus menghimbau ” Mari Kita Bangun Ngada tercinta, yang belum sempurna kita sempurnakan, yang belum dibangun kita bangun, yang belum baik kita perbaiki,yang kurang kita tambah”.

Hadir pada kesempatan tersebut,Romo Vikep Bajawa, Camat Wolomeze, Pimpinan PD, Tim Wulabhara Centro dan anggota WKRI DPC Bajawa. (cc Moi Nitu Anastasia)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada