Bupati Ngada menyerahkan secara langsung paket pekerjaan Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non Rawa kepada dua kelompok tani di Kecamatan Soa dan Bajawa Utara, Kamis (16/4). Program ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat sektor pertanian yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.

Penyerahan pertama dilakukan kepada Kelompok Tani Waepeti di Desa Waepana, Kecamatan Soa. Kelompok ini mengelola lahan seluas 24 hektare dengan dukungan pembangunan saluran baru sepanjang 212 meter serta rehabilitasi saluran sepanjang 20 meter, dengan total nilai pekerjaan sebesar Rp110.400.000.

Selanjutnya, bantuan diserahkan kepada Kelompok Tani Bowoso di Desa Wololika, Kecamatan Bajawa Utara. Pada lokasi ini, pekerjaan mencakup lahan seluas 46 hektare dengan pembangunan saluran sepanjang 537 meter, dengan nilai pengerjaan mencapai Rp211.600.000.

Program OPLAH Non Rawa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan berbagai dukungan penting bagi petani, seperti pembukaan jalan usaha tani guna memperlancar akses antar lahan, penggunaan hand traktor, serta penyediaan mesin pompa air. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pengolahan manual yang selama ini berdampak pada tingginya biaya produksi, termasuk kebutuhan pupuk dan obat-obatan.

Dalam arahannya, Bupati Ngada menegaskan bahwa pendekatan pelaksanaan kegiatan seperti ini terbukti lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas, meskipun dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran.

“Model seperti ini, dengan dana terbatas, justru mampu memberikan hasil yang lebih panjang. Jika menggunakan pola proyek biasa, belum tentu manfaatnya bisa sejauh ini. Karena itu, pendekatan ini akan terus kita lakukan,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah terlibat aktif dalam pengerjaan kegiatan dengan hasil yang dinilai berkualitas baik.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bekerja dengan baik. Ini adalah untuk kepentingan kita bersama, untuk kebutuhan kita sendiri,” tambahnya.

Menanggapi kebutuhan infrastruktur pendukung, khususnya jalan usaha tani yang masih menjadi keluhan masyarakat, Bupati memastikan bahwa hal tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan diprogramkan secara bertahap ke depan. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan kebutuhan lainnya.

“Saya dan Bapak Wakil Bupati terus memikirkan hal-hal kecil yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kita mulai secara bertahap, tetapi yang penting tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Ngada berharap produktivitas pertanian terus meningkat, sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan petani di daerah.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!