Proses pemulihan pasca-gempa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dorongan penuh dari pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah terdampak pada Rabu, 30 September 2026.

Didampingi oleh Bupati, Wakil Bupati Ngada, serta unsur Forkopimda, Kepala BNPB mengawali kegiatannya dengan meninjau langsung kondisi warga di Dusun Borani dan Bokodo, Desa Rakalaba 1, Kecamatan Golewa Barat. Di lokasi ini, sejumlah warga terdampak terpantau sudah mulai menempati Hunian Sementara (Huntara).

Skema Bantuan Rumah: Hingga Rp70 Juta Per Unit

Dalam sesi tatap muka bersama warga, Letjen TNI Suharyanto membawa angin segar terkait kepastian bantuan stimulasi perbaikan rumah. BNPB memastikan bahwa bantuan perumahan akan mulai disalurkan pada Oktober 2026 mendatang setelah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan RI.

Pemerintah menetapkan besaran bantuan tunai berdasarkan tingkat kerusakan sebagai berikut:

  • Rusak Berat: Mendapat bantuan sebesar Rp70 juta per unit.
  • Rusak Sedang: Mendapat bantuan sebesar Rp30 juta per unit.
  • Rusak Ringan: Mendapat bantuan sebesar Rp15 juta per unit.

Mekanisme pencairannya akan dibagi menjadi dua bentuk: 25% berupa material bangunan dan 75% berupa uang tunai. Guna memastikan proses pencairan berjalan transparan dan lancar, petugas BNPB akan segera menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi aparat setempat.

Target Huntara Selesai Desember

Bupati Ngada Ray,undus Bena dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah terus memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik. Saat ini, proses penandatanganan Surat Keputusan (SK) Penerima Bantuan Dana Siap Pakai (DSP) Tahap I Tahun 2026 telah rampung dilaksanakan.

Berdasarkan data validasi terbaru, total rumah yang masuk kriteria rusak mencapai 7.855 unit, dengan rincian:

  • 268 unit rusak berat
  • 1.663 unit rusak sedang
  • 5.924 unit rusak ringan

Pemerintah menargetkan pembangunan 268 unit Huntara awal akan selesai dikerjakan pada Desember 2026. Skema pembangunannya pun dibuat terencana: Huntara didirikan di bagian belakang lahan, sementara Hunian Tetap (Huntap) permanen berukuran 6×6 meter akan menyusul dibangun di bagian depan dalam waktu dekat.

Pemulihan Fasilitas Publik & Ajakan Bangkit

Tidak hanya berfokus pada sektor perumahan, Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pemulihan fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadat, puskesmas, dan kantor layanan masyarakat juga menjadi prioritas utama.

BNPB meminta Pemda Ngada untuk merampungkan penyusunan kajian kebutuhan pasca-bencana (Jitupasna) paling lambat pada bulan Oktober ini.

Menutup kunjungannya, Kepala BNPB menyatakan bahwa Kabupaten Ngada kini resmi memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk perlahan kembali ke rumah dan mulai beraktivitas normal seperti sedia kala demi memulihkan roda perekonomian daerah.


Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!