Pemerintah Kabupaten Ngada kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data desa melalui pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Kegiatan ini secara resmi dicanangkan oleh Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, bertempat di Kantor Camat Bajawa, pada Senin (20/4/26).

Pencanangan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola data statistik yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Ngada menekankan pentingnya objektivitas dalam pengelolaan data di tingkat desa. Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam proses pengumpulan data akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan yang dihasilkan.
“Kadangkala kita tidak objektif terkait data. Input data yang salah, maka output juga akan salah. Data menjadi sangat penting ketika kita mau merumuskan sebuah kebijakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses pendataan harus dilakukan secara langsung di lapangan, bukan sekadar berdasarkan asumsi atau gambaran umum.
“Saat pendataan harus dilakukan langsung ke lapangan. Jangan sampai hanya kesimpulan di atas permukaan. Dengan data yang akurat maka intervensi program tepat,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa aparat desa memiliki peran strategis karena merupakan pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat. “Yang paling mengetahui kondisi sebenarnya di masyarakat adalah aparat desa. Karena itu, peran desa sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” ujarnya.

Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif Badan Pusat Statistik yang bertujuan meningkatkan literasi statistik dan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data, sekaligus mendukung implementasi Satu Data Indonesia hingga ke tingkat desa.

Sebelumnya, pencanangan Desa Cantik juga telah dilaksanakan di tiga desa, yaitu Desa Tiworiwu, Desa Bowali, dan Desa Beiwali. Hal ini menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan Pemerintah Kabupaten Ngada bersama BPS dalam memperluas implementasi program tersebut.

Dengan pencanangan di Kecamatan Bajawa ini, diharapkan semakin banyak desa di Kabupaten Ngada yang mampu mengelola data secara mandiri dan berkelanjutan, serta memanfaatkannya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran BPS Kabupaten Ngada, perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, serta para kepala desa dan perangkat desa.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!