Pemerintah Kabupaten Ngada terus menunjukkan komitmennya dalam perlindungan anak melalui kegiatan pelatihan pendampingan anak serta pencegahan kekerasan dan perilaku menyakiti diri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (22/4) di Aula Paroki Santo Paulus Jerebu’u, dan diikuti oleh para guru, kepala desa, serta tenaga kesehatan se-Kecamatan Jerebu’u.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya kasih sayang dan perlindungan terhadap anak. Menurutnya, anak perlu disadarkan bahwa tubuh mereka berharga dan harus dijaga, sehingga mampu terhindar dari berbagai bentuk kekerasan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyadarkan banyak orang untuk lebih menyayangi anak, sekaligus membantu anak mengenali perasaan mereka, baik gembira, sedih, maupun kecewa. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan diri secara sehat,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran strategis guru sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi kekerasan terhadap anak. Para peserta, termasuk guru, kepala desa, dan tenaga kesehatan, dibekali kemampuan melakukan skrining kesehatan mental, baik bagi peserta didik maupun anak-anak di lingkungan tempat tinggal dan wilayah kerja masing-masing.
Sementara itu, Bupati Ngada dalam arahannya menyampaikan bahwa tanggung jawab mendidik dan melindungi anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.
“Anak adalah generasi dan investasi masa depan. Untuk itu, kita semua memiliki tanggung jawab bersama dalam memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat,” tegasnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 31 kasus kekerasan seksual yang dilaporkan di Kabupaten Ngada. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih terbuka dalam berbagi pengalaman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik verbal, fisik, maupun seksual.
“Kekerasan yang dialami seseorang akan membekas sepanjang hidup. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas kita bersama,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menciptakan ruang yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Pemerintah Kabupaten Ngada pun terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan perlindungan anak yang komprehensif dan berkelanjutan.
0 Komentar