Sejarah Pembentukan

Kabupaten Ngada terbentuk pada tahun 1958 melalui Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II Dalam Wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kabupaten ini merupakan gabungan dari tiga buah swapraja yaitu Swapraja Ngadha, Swapraja Nagekeo dan Swapraja Riung sehingga corak budaya dan ragam sosial yang dimiliki sangat bervariasi yang juga memberikan ciri dan corak khusus pada perilaku manusianya.

Dari aspek historis pemerintahan, sebelum pembentukan desa-desa gaya baru, wilayah jenjang pemerintahan di Kabupaten Ngada dikenal sebagai Swapraja dengan komposisi Hamente sebagai berikut:

  1. Swapraja Ngada, terdiri dari 10 Hamente
  2. Ngada Bawa
  3. Wogo
  4. Inerie II
  5. Naru
  6. Langa
  7. Mangulewa
  8. Inerie I
  9. Soa
  10. Susu
  11. Kombos
  12. Swapraja Nagekeo, terdiri dari 18 Hamente
  13. Boawae
  14. Deru Rowa
  15. Raja
  16. Dhawe
  17. Munde
  18. Riti
  19. Tonggo
  20. Wolowae
  21. Lejo
  22. Kelimado
  23. Maukeli
  24. Ndora
  25. Munde
  26. Keo Tengah
  27. Pautola
  28. Nataia
  29. Sawu
  30. Rendu:
  31. Swapraja Riung, terdiri dari 3 Hamente
  32. Riung
  33. Tadho
  34. Lengkosambi

Sejarah pembentukan kecamatan di Kabupaten Ngada berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor Pem.66/1/2 tanggal 22 Februari 1962 tentang Pembentukan 64 buah Kecamatan dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur, maka Kabupaten Ngada dibagi atas 6 Kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Ngada Utara
  2. Kecamatan Ngada Selatan
  3. Kecamatan Nage Utara
  4. Kecamatan Nage Tengah
  5. Kecamatan Keo
  6. Kecamatan Riung

Selanjutnya dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Tanggal 20 Mei 1963 Nomor Pem.66/1/32 tentang Pemekaran Kecamatan Keo menjadi Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Nangaroro, maka jumlah kecamatan dalam Kabupaten Ngada menjadi 7 buah. Dan dengan keputusan yang sama terdapat perubahan nama kecamatan dalam Daerah Tingkat II Ngada, yaitu:

  1. Kecamatan Ngada Utara menjadi Kecamatan Bajawa;
  2. Kecamatan Ngada Selatan menjadi Kecamatan Aimere;
  3. Kecamatan Nage Tengah menjadi Kecamatan Boawae;
  4. Kecamatan Nage Utara menjadi Kecamatan Aesesa.

Demi kelancaran jalannya roda pemerintahan serta memperhatikan aspirasi masyarakat setempat, maka dengan keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur tanggal 6 Juli 1967 Nomor Pem.66/1/32, sebagian wilayah Kecamatan Bajawa dan Kecamatan Aimere dibentuk menjadi sebuah kecamatan yang bernama Kecamatan Wogo Mangulewa. Dengan penambahan Kecamatan Wogo Mangulewa, maka jumlah kecamatan dalam Kabupaten Daerah Tingkat II Ngada menjadi 8 buah Kecamatan. Kecamatan Wogo Mangulewa diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1967. Dalam perkembangan selanjutnya terjadi perubahan nama Kecamatan Wogo Mangulewa disingkat menjadi Kecamatan Golewa.

Berdasarkan keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor 19 Tahun 1970 tanggal 7 Februari 1970 terbentuklah Koordinator Pemerintahan Kota (Kopeta) Bajawa dalam Kabupaten Daerah Tingkat II Ngada, yang berpusat di Bajawa meliputi Desa Bajawa, Jawameze, Kisanata, Tanalodu, Ngedukelu dan Trikora. Koordinator Pemerintahan Kota Bajawa ditingkatkan statusnya menjadi kecamatan penuh dengan nama Kecamatan Ngada Bawa sesuai dengan PP Nomor 29 Tahun 1992 tentang Pembentukan 6 Kecamatan di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya demi efektivitas dan efisiensi pelayananan maka pada tanggal 16 Juli 1970 berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat II Ngada dibentuk pula 2 (dua) Perwakilan Kecamatan yakni Perwakilan Kecamatan Aesesa di Kaburea dan Perwakilan Kecamatan Bajawa di Waepana. Melalui Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 19 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kecamatan Soa dan Kecamatan Wolowae di di wilayah Kabupaten Ngada, maka kedua perwakilan kecamatan dimaksud ditingkatkan statusnya menjadi kecamatan defenitif pada tahun 2000.

Karena semakin meningkatnya perkembangan kota dan dinamika masyarakat serta aspirasi yang berkembang, maka pada tahun 2002 dibentuk lagi 3 (tiga) kecamatan baru melalui Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kecamatan Jerebuu, Keo Tengah dan Riung Barat. Selanjutnya pemerintah kembali merespon aspirasi masyarakat yang menghendaki pembentukan Kecamatan Riung Selatan dan Aesesa Selatan di Wilayah Kabupaten Ngada yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pembentukan Kecamatan Riung Selatan dan Aesesa Selatan di Wilayah Kabupaten Ngada. Nama Kecamatan Riung Selatan kemudian dirubah menjadi Kecamatan Wolomeze berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 1 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pembentukan Kecamatan Riung Selatan dan Aesesa Selatan di Wilayah Kabupaten Ngada.

Selanjutnya, pada tanggal 2 Januari 2007, dengan diterbitkannya Undang Undang Nomor 2 Tahun 2007, wilayah etnik Nage, Keo dan Toto membentuk satu kabupaten baru yakni Kabupaten Nagekeo. Pembentukan ini menyebabkan luas Kabupaten Ngada menjadi 1.620,9 Km² dari semula 3.037,88 Km². Jumlah Kecamatan menjadi 9 buah yakni Kecamatan Bajawa, Bajawa Utara, Golewa,  Aimere, Soa, Riung, Riung Barat, Jerebuu dan Kecamatan Wolomeze.

Kemudian berdasaran Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 2 Tahun 2012 dibentuk 3 (tiga) Kecamatan baru, yakni Kecamatan Golewa Selatan dan Kecamatan Golewa Barat sebagai pemekaran dari Kecamatan Golewa, serta Kecamatan Inerie sebagai pembentukan Kecamatan dari sebagian wilayah Kecamatan Aimere dan Kecamatan Jerebuu.

Dengan demikian jumlah Kecamatan di Kabupaten Ngada menjadi 12 Kecamatan,yakni:

  1. Kecamatan Bajawa,
  2. Kecamatan Bajawa Utara,
  3. Kecamatan Golewa,
  4. Kecamatan Aimere,
  5. Kecamatan Soa,
  6. Kecamatan Riung,
  7. Kecamatan Riung Barat,
  8. Kecamatan Jerebuu dan
  9. Kecamatan Wolomeze.
  10. Kecamatan Golewa Selatan
  11. Kecamatan Golewa Barat
  12. Kecamatan Inerie.

(sumber:MEMORI JABATANN BUPATI DAN WAKIL BUPATI NGADA MASA JABATAN TAHUN 2010-2015)

Terimakasih sudah mengunjungi website Kabupaten Ngada