tante nela paris

TANTE NELA PARIS

Paru Andreas dan Raymundus Bena berkomitmen membangun Kabupaten Ngada dengan bermodalkan pada sumber daya potensial yang dimiliki Kabupaten Ngada yakni di sektor Pertanian dan Pariwisata. Pertanian dan Pariwisata adalah sumber penghidupan, kedaulatan dan jati diri masyarakat Kabupaten Ngada yang
dinamakan “TANTE NELA PARIS”, sebagai akronim dari “Tani, Ternak, Nelayan dan Pariwisata” untuk memenuhi; TUKA (konsumsi), TUKU (tabungan), dan TEKA (yakni untuk dijual/diinvestasikan lebih lanjut).

Filosofi Tuka, Tuku dan Teka menggambarkan cara masyarakat Ngada mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Budaya masyarakat Ngada bukan hanya sebatas subsisten, namun juga budaya produktif yang memiliki kemampuan untuk mengolah dan mengelola komoditas. Komoditas tersebut kemudian dijual dan menjadi sumber penghidupan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Selain itu ada sebagian
komoditas yang disimpan/ditabung untuk menjadi input dalam proses produksi lebih lanjut, maupun untuk kebutuhan konsumsi dan investasi dalam jangka panjang. Pola budaya ini tertuang dalam ungkapan “toka se alu, resi se alu”.

Tuka, Tuku dan Teka memberikan gambaran tentang adanya ketahanan pangan dimana tercermin dari “Ketersediaan Pangan”, “Akses Pangan” dan “Pemanfaatan Pangan”. Tuka, Tuku dan Teka adalah Konsep Agribinsis yakni; Tanam, Olah dan Jual.

Agribisnis adalah penjumlahan total dari seluruh kegiatan yang menyangkut manufaktur dan distribusi dari sarana produksi pertanian, kegiatan yang dilakukan usaha tani, serta penyimpanan, pengolahan, dan distribusi dari produk pertanian; serta produk-produk lain yang dihasilkan dari produk pertanian. Agribisnis mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan produksi, distribusi dan pasokan input pertanian seperti: bibit, pupuk, alat dan mesin.

Tuka, Tuku dan Teka sebagai sebuah konsep agribisnis menjelaskan bahwa agribisnis (Tuka, Tuku, Teka) memiliki lingkup yang jauh lebih luas dari sekadar pengertian bertani, bercocok tanam, atau pertanian primer. Agribisnis adalah sejumlah usaha adalah sejumlah usaha yang terangkai dalam suatu sistem dan
terdiri atas beberapa subsistem yakni :

Subsistem Agribisnis Hulu (up-stream agribusiness)

Kegiatan usaha yang menghasilkan dan memperdagangkan sarana produksi pertanian primer (seperti industri pupuk, obat-obatan, bibit/benih, serta alat dan mesin pertanian.

Subsistem Usahatani (on-farm agribusiness)

Disebut juga sektor pertanian primer.

Subsistem Agribisnis Hilir (down-stream agribusiness)

Kegiatan usaha yang mengolah hasil pertanian primer menjadi produk olahan, baik dalam bentuk siap dimasak atau untuk digunakan (ready to cook/ready for used) maupun siap dikonsumsi (ready to eat) beserta kegiatan perdagangannya di pasar domestik dan internasional.

Tante Nela Paris sebagai arus utama (mainstreaming) Pembangunan Kabupaten Ngada 2021 – 2026 menjadi roh pembangunan. Sebagai roh pembangunan, Tante Nela Paris menjadi nilai (value) dan semangat (spirit) yang melandasi seluruh pelaksanaan pembangunan. Sektor Pertanian yang obyek pembangunannya berupa benda hidup, yakni; manusia, hewan, tanaman dan lingkungannya (human activity sistem), dalam pembangunannya tidak boleh bersifat eksploitatif dan merusak kelestarian dari obyek pembangunan.

Roh penyelenggaraan pembangunan pertanian di Kabupaten Ngada diselaraskan dan sejalan dengan Roh Pembangunan Pertanian di Indonesia yakni Bersih dan Peduli. Bersih berarti bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), amanah, transparan, dan akuntabel. Peduli berarti memberikan fasilitasi, pelayanan, perlindungan, pembelaan, pemberdayaan dan keberpihakan terhadap kepentingan umum (masyarakat pertanian) diatas kepentingan pribadi dan golongan (demokratis) dan aspiratif.

Apabila Tuka, Tuku dan Teka terwujud, maka masyarakat Ngada diharapkan sudah tercukupi; kebutuhan fisiologinya (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (safety needs), kebutuhan akan memiliki dan kasih sayang (social needs), kebutuhan akan penghargaan (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *