Sebanyak 21 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Ngada Tahun 2026 resmi mengikuti pembukaan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang digelar di Aula Hotel Edelweiss Bajawa, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Yohanes Ghae, SH., dan akan berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 8 Agustus hingga 18 Agustus 2026.

Dalam laporan panitia disampaikan, 21 calon peserta Paskibraka Kabupaten Ngada Tahun 2026 terdiri dari 13 orang Laki-laki dan 8 orang Perempuan. Mereka merupakan putra-putri terbaik yang telah melewati proses seleksi dari ratusan peserta yang mendaftarkan diri.

Selain menyiapkan Paskibraka tingkat Kabupaten Ngada, sebanyak 4 orang calon peserta Paskibraka juga diutus untuk mengikuti seleksi/penugasan pada tingkat yang lebih tinggi. Keempat peserta tersebut berasal dari SMAN 1 Aimere sebanyak 2 orang, SMAS Regina Pacis Bajawa 1 orang dan SMAN 1 Inerie sebanyak 1 orang.

Dalam sambutannya, Penjabat Sekda Ngada, Yohanes Ghae, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh calon peserta Paskibraka yang telah berhasil melewati proses seleksi hingga terpilih menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera tahun ini.

Ia menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih, tetapi merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menghargai perjuangan dan jasa para pahlawan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dimaknai dan dibuktikan oleh para peserta sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan negara,” ungkapnya.

Menurutnya, dari ratusan peserta yang mendaftarkan diri, hanya 21 orang yang akhirnya terpilih. Karena itu, para peserta diminta untuk menyadari bahwa mereka merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Ngada yang dipercaya mengemban tugas penting pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dari ratusan yang mendaftar, hanya 21 orang yang terpilih. Kalian adalah putra-putri terbaik. Tunjukkan kepada dunia, kepada orang tua dan teman-teman kalian bahwa kalian layak berada di tempat ini,” tegas Yohanes.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dan pelatihan dengan penuh disiplin, tanggung jawab, serta kesungguhan.

Selama sepuluh hari ke depan, para calon Paskibraka akan ditempa tidak hanya dari sisi kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mental, kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan jiwa nasionalisme.

Penjabat Sekda mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan tugas pengibaran Sang Merah Putih nantinya, setiap peserta harus memberikan yang terbaik dan tidak menganggap remeh setiap tahapan latihan.

“Jangan ada kesalahan, jangan ada kekhilafan dalam pengibaran bendera Merah Putih. Buktikan selama sepuluh hari ini bahwa kalian pantas menjadi orang-orang yang dipilih,” pesannya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjalankan tugas dengan penuh kebanggaan pada saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menjadi Paskibraka, lanjutnya, bukan hanya tentang berdiri tegap di hadapan masyarakat, tetapi tentang membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Ngada. Karena itu, kesempatan yang telah diberikan harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Dengan semangat, disiplin, dan kebersamaan, 21 calon Paskibraka Kabupaten Ngada Tahun 2026 diharapkan mampu menunjukkan bahwa mereka benar-benar merupakan generasi muda pilihan yang siap mengemban amanah untuk Merah Putih.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!