Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menyerahkan bantuan sembako kepada 106 lanjut usia (lansia) di Desa Denatana Timur, Kecamatan Wolomeze, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia yang dilaksanakan oleh Puskesmas Natarandang. Sebanyak 84 orang lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.

Penyaluran bantuan dan pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Komisi Lanjut Usia Kabupaten Ngada bersama pemerintah desa dan fasilitas kesehatan setempat.
Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Desa Denatana Timur, Emil Kewa, mengenai kondisi masyarakat dan dampak gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
Dalam laporannya, Emil Kewa menjelaskan sejumlah fasilitas yang terdampak gempa, di antaranya SDK Poma, taman kanak-kanak (TK), kantor desa, serta rumah warga.
Ia menyebutkan, berdasarkan pendataan awal terdapat sembilan rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan. Namun, setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut, jumlah rumah terdampak meningkat menjadi 46 unit.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Desa Denatana Timur menunjukkan kemandirian dengan membangun tenda-tenda secara swadaya sebagai tempat berlindung sebelum bantuan dari pemerintah maupun pihak lainnya datang.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap seluruh warga yang terdampak gempa.
Pendataan tersebut tidak hanya mencakup kondisi rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan, kesehatan, fasilitas umum, serta berbagai sarana lainnya yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Wabup juga mengapresiasi semangat kemandirian masyarakat Denatana Timur dan masyarakat Kecamatan Wolomeze pada umumnya yang tetap berupaya memenuhi kebutuhan mereka di tengah situasi pascagempa.
Menurutnya, kemandirian masyarakat tersebut perlu terus dijaga, sembari pemerintah melalui tim teknis melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap dampak bencana.
“Data yang sedang dikumpulkan oleh tim teknis menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan rehabilitasi pascagempa,” demikian disampaikan Wabup dalam arahannya.
Ia menegaskan, berbagai upaya rehabilitasi pascagempa akan ditindaklanjuti berdasarkan hasil pendataan dan identifikasi di lapangan, sehingga bantuan dan penanganan dapat diberikan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Masri Loko, serta Sekretaris Komisi Lanjut Usia Kabupaten Ngada, Iju Maria Albina.

0 Komentar