Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Pertanahan (PUPRP) bergerak cepat membuka kembali ruas Jalan Wolongizu, Kecamatan Golewa Selatan, yang tertimbun material longsor akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Ngada, Yohanes Y. Wou Dopo, saat dihubungi jurnalis Portal Ngada menjelaskan, pihaknya langsung mengerahkan personel dan alat berat ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait longsor yang terjadi di ruas jalan Waeluja–Wogowela–Waebela, tepatnya di wilayah Wolongizu, pascagempa.
“Setelah mendapat laporan dari masyarakat bahwa terjadi longsor di Wolongizu pada ruas jalan Waeluja–Wogowela–Waebela pascagempa, kami langsung mengerahkan personel dan alat berat menuju lokasi,” jelas Yohanes.
Ia mengatakan, material longsor berupa tanah dan batu berukuran besar diperkirakan mencapai sekitar 4.800 meter kubik dan menutupi badan jalan. Berkat kerja keras personel Dinas PUPRP yang berada di lapangan serta dukungan alat berat, material longsor tersebut berhasil dibersihkan.

“Puji Tuhan, berkat kerja keras personel di lapangan, akhirnya pada pukul 23.00 WITA, 15 Agustus 2026, seluruh material yang menutupi badan jalan berhasil dibersihkan. Ruas Jalan Wolongizu yang menghubungkan wilayah pantai utara Kabupaten Ngada saat ini sudah kembali dapat digunakan,” tutup Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Ngada.
0 Komentar