Pemerintah Kabupaten Ngada kembali menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Wolomeze, Kamis (27/8/2026).

Wakil Bupati Ngada, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, menyerahkan bantuan berupa 654 karung beras serta 34 ikat atau 204 papan telur. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat melalui masing-masing kepala desa.

Bantuan diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di Desa Mulumeze, Desa Nginamanu Barat, Desa Nginamanu, dan Desa Larilaki.

Wakil Bupati menjelaskan, penyaluran bantuan ke Kecamatan Wolomeze membutuhkan waktu karena data masyarakat terdampak yang masuk ke pemerintah kabupaten sebelumnya belum tersedia. Di sisi lain, masyarakat juga masih disibukkan dengan berbagai kebutuhan pascagempa, sehingga proses pendataan mengalami keterlambatan.

Menurutnya, pendataan menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk menentukan bentuk bantuan dan kebijakan selanjutnya.

“Kita perlu memastikan data setiap rumah, baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang maupun berat. Data inilah yang menjadi dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan dan menentukan penanganan berikutnya,” jelasnya.

Menghadapi kondisi bencana yang berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, Wakil Bupati mengatakan dirinya bersama Bupati Ngada memutuskan untuk berbagi tugas agar penanganan masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.

Wakil Bupati fokus menangani wilayah Riung, sementara Bupati Ngada terus bergerak mengunjungi berbagai wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani.

Ia juga meminta seluruh kepala desa untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus menyampaikan informasi yang jelas dan tidak membingungkan warga.

Terkait tempat pengungsian, Wakil Bupati mengingatkan masyarakat agar tenda pengungsian tidak didirikan terlalu jauh dari rumah warga. Pemerintah Kabupaten Ngada, kata dia, juga akan menyalurkan bantuan tenda bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain bantuan, proses pendataan di lapangan saat ini mulai diperkuat dengan keterlibatan relawan ASN yang turun langsung membantu pemerintah desa melakukan pendataan kondisi masyarakat dan kerusakan rumah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ngada juga telah menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat di Desa Mainai, Desa Turaloa Timur, dan Desa Denatana sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Setelah rangkaian penyaluran bantuan dan kunjungan kepada masyarakat, Wakil Bupati melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Natarandang dan SDI Wue.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan yang turut terdampak gempa, sekaligus memastikan berbagai kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Ngada.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!