Bupati dan Wakil Bupati Ngada pada Senin, 3 Agustus 2026 melepas 464 calon mahasiswa yang akan berangkat ke berbagai kampus hasil kerjasama Pemda. Calon mahasiswa ini adalah penerima beasiswa program “Murni Kasih” yang telah melewati serangkaian tahapan tes hingga penentuan kelulusan.Pelepasan ini ditandai dengan pengenaan Jas almamater oleh Bupati dan Wakil Bupati Ngada kepada perwakilan mahasiswa. Pelepasan ini juga disaksikan oleh orang tua serta seluruh ASN pada apel kekuatan di halaman kantor Bupati Ngada.Pemda Ngada berupaya semaksimal mungkin untuk untuk memudahkan anak Ngada memperoleh akses pendidikan gratis. Kerjasama dibangun dengan berbagai pihak untuk kemudahan layanan pendidikan, perluasan kuota mahasiswa dan dukungan anggaran yang maksimal.

“Bagi saya dan Pak Wakil, program Beasiswa Murni Kasih ini sebenarnya adalah refleksi pribadi kami berdua, kami flashback mengingat kembali kesulitan melanjutkan pendidikan di masa lalu. Kami tidak ingin hal ini terjadi pada anak-anak Ngada, agar tidak.mengalami hal yang sama.Kami akan terus berupaya agar setiap tahun ada yang diberangkatkan kuliah gratis di berbagai daearah dan kami akan terus berupaya membangun komunikasi dengan semua pihak. Dari awal itu, Ngada hanya dapat kuota 254 anak. Namun Pemda terus membangun komunikasi ke kampus dan yayasan, hingga kuota bertambah menjadi 464.,” jelas Bupati Ngada Raymundus Bena.

Total kuota yang diperoleh dari Perguruan Tinggi dan Yayasan sebanyak 272 orang dengan prakiraan anggaran sebesar 6,2 milyar rupiah /tahun. Rinciannya dari KIP-K 239 orang ( Rp. 4,8 milyar) dan afirmasi yayasan/kampus 33 orang ( Rp 1,4 milyar). Dari afirmasi daerah Ngada sebanyak 192 orang dengan prakiraan anggaran sebesar 1,5 milyar/tahun.

Sementara itu, Kabag APU Primus Logo, S.STP, dalam laporannya menyampaikan bahwa Melalui Program Murni Kasih, Pemerintah Kabupaten Ngada dengan dukungan DPRD Ngada melakukan langkah cepat dan progresif menjalin kerjasama dengan berbagai pimpinan Perguruan Tinggi mulai dari wilayah Ngada, Ende, Kupang, Malang, Jember, Jogjakarta, Bali sampai dengan Jakarta melalui akses dana APBN/KIP-K, dana yayasan, afirmasi kampus dan afirmasi Pemda Ngada. Pengentasan masalah pendidikan tinggi butuh keterlibatan banyak pihak yang memiliki hati yang murni dan tulus bagi generasi mendatang.

Total kuota yang diperoleh dari Perguruan Tinggi dan Yayasan sebanyak 272 orang dengan prakiraan anggaran sebesar 6,2 milyar rupiah /tahun. Rinciannya dari KIP-K 239 orang ( Rp. 4,8 milyar) dan afirmasi yayasan/kampus 33 orang ( Rp 1,4 milyar). Dari afirmasi daerah Ngada sebanyak 192 orang dengan prakiraan anggaran sebesar 1,5 milyar/tahun.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!